Archive for June, 2006

Kombinasi indah tapi penuh amunisi yang mematikan

Sunday, June 11th, 2006

Kuat sekali. Kokoh bagaikan batu karang saudara-saudara.
Tangguh, cepat, tajam. Belanda dan Argentina telah mengirimkan pesan yang
sangat jelas bagi lawan-lawannya akan kekuatan yang mereka miliki. Argentina
kemarin mutlak mendominasi permainan. Walaupun Pantai Gading melawan dengan
gigih dan layak dihormati, Argentina tetap unggul di semua lini. Permainannya
bagai air, sulit ditebak, mengalir dengan ritme yang indah, namun tajam
mematikan. Strikernya dahsyat, lihat aja Crespo dan Saviola (jangan tanya cadangannya:
Tevez, Messi). Gelandangnya gemilang, terutama Riquelme. Tentu saja Brasil nanti akan tidak mau
kalah. Kita tunggu juga bagaimana Italia menunjukkan kelasnya. Sayang sekali
Jerman tanpa Ballack tampil kurang solid, dan Inggris bermain terlalu kaku.
Ibaratnya pendekar tua yang terlalu yakin akan ketangguhan jurus-jurusnya,
padahal jurus itu sudah lama diketahui orang kelemahan2nya. Erikson gegabah
sekali tidak membawa Shaun Wright-Phillips yang mampu mendobrak kebuntuan
dengan meluncur cepat dari sayap kanan untuk mengobrak abrik pertahanan lawan.
Permainan inggris terlalu monoton. 4-4-2 standar dengan 4 bek dan 4 gelandang
berdiri sejajar, lalu 2 striker di depan. Nggak ada variasi serangan, tukar
menukar posisi yang dinamis, sungguh menyedihkan. Cuma mengandalkan umpan-umpan
silang sporadis dan tembakan para gelandang dari lini kedua. Berbeda sekali dengan
Belanda. Penampilannya sungguh menakutkan. Semua pemain berusaha selalu menekan
dengan segala kreatifitas. Jangan lupakan Arjen robben yang sendirian mampu
membuat kocar kacir pertahanan Serbia, salah satu yang paling tangguh di Eropa
saat babak kualifikasi. Van Nistelrooy dijaga terlalu ketat semalam, tapi
yakinlah, sekali dia dapat lolos, petaka bagi gawang lawan. Van Persie sama
meyakinkan dengan Robben di kanan. Trio penyerang ini sejauh ini adalah kmbinasi yang paling kreatif, dinamis, dan mematikan di Piala Dunia. Tak kalah menakutkan dibanding kuartet magic Brasil (Roanldo, Ronaldinho, Kaka, dan Adriano). Trio gelandang Bommel, Cocu, dan Sneider
bermain lugas tanpa basa basi, maen hajar aja di tengah tanpa ampun, sebelum
mengirim terobosan2 yang manis ke depan. Inget lho Van der Vaart belum maen! Kuartet bek muda belia (kecuali van
Bronchost yang udah cukup berpengalaman) bermain sangat disiplin dan tak kenal
kompromi. Ugh, sungguh indah dilihat. Gak sabar nih lihat mereka ktmu Argentina
nanti. The real final di babak penyisihan grup?